Kamis, 09 Agustus 2012

Catatan Kehidupan


Kutulis semua kedalam hidupku
Dan kusipan kedalam memory
Mengingatnya, dan tersenyum dibuatnya
Catatan kehidupan yang tertuis menjadi kenangan


Tak akan  bisa kehidupanku dimasa lalu
Bisa kuputar kembali dimasa kini
Semua itu semakin berjalannya waktu
Akan menjadi sebuah catatan sejarah dikemudian hari
                              lelah

Aku sandarkan keluhkeahku pada kertas putih
Menodainya dengan tinta dan rasa
Akankah pikul ini bisa kusimpan sejenak?
Lelah rasanya bila harus kubawa


Mendayung dengan harap
Berlari dengan keringat keputusasaan
Mencari daratan dan jalur finish kehidupan
Tapi tak kunjung jua ku temukan

                                                                                     kendali


Jika kecemburuan membuat duri
Maka cegahlah dengan peraaan baik
Jika marah hanya akan membuat luka
Berilah permintaan maaf untuk buatnya lega

             Pelajaran yang baik adalah
             Mengerti perlikau merugi
             Bahwasannya tidak akan membuat bahagia hati
             Tapi hanya akan membuat benci

Rabu, 25 Juli 2012

Pesonamu tak kuasa untkku
Nuansa keindhan
Mengagmkanku akn drimu
Hanya menghayalpn tak bisa buatku than akn dirimu
Cantik yg kau pancar
Tak bisa bersnding dpelaminan
kau yg trindah dsana
Negeri semanis mimpi secerah cahaya
Narnia namanya
Menyatukan setiap hati
Merubah benci menjadi cinta
Menjadi tempat tmbuhnya Cinta cinta sejati
Narnialah namanya

Kamis, 29 Maret 2012

PERJUANGAN WINY SANG (ALAN)
             Suatu hari saat matahari telah tinggi dan menyebarkan sinarnya kebumi,saat itu pula kesempatan winy untuk mencari uang dengan mengamen sepanjang hari.Dengan cerahnya kota Jakarta…akan menguntungkan baginya untuk mencari uang  tanpa adanya banjir.Winy adalah seorang anak perempuan berumur 9 tahun yang tinggal di rumah kecil dan kumuh di perumahan yang padat penduduk yang prioritas orang disana bekerja sebagai pengamen juga pemungut sampah . dirumah kecilnyalah ia tinggal berdua dengan sang ayah yang menderita struk berat,winy lah yang menggantikan ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Ibu winy meninggal beberapa tahun yang lalu akibat penyakit TBC yang dideritanya,dan ayahnya menderita struk setelah meninggalnya sang istri 2bulan setelahnya.
            Dengan winy sebagai tulang punggung keluarga kecilnya itu,ia terpaksa menggantungkan  hidupnya dan hidup ayahnya dengan mengamen dari pagi hingga sore hari,seorang anak perempuan yang masih kecil yang seharusnya menimba ilmu di sekolah,dan bermain bersama dengan teman-teman sebayanya,malah terpaksa harus menghasilkan uang untuk keluarganya,ia juga harus menabung yang nanti uangnya untuk membawa sang ayah tercinta pergi kedokter untuk disembuhkan.
  “bapak ,aku hanya membawa ini! "
Ucapnya pada sang ayah yang duduk terkaku  menatap anaknya dikursi  roda … ia hanya membawa sebungkus nasi yang hanya berisikan tahu dan tempe,hanya makanan itulah yang bisa ia beli untuk nya dan ayahnya…ia tidak mampu membelikan ayahnya sebungkus nasi yang berlaukkan daging ayam dan makanan yang mewah lainnya.sebelum winy memakan sebungkus hasil dari kerja kerasnya di sore itu, terlebih dulu ia menyuapkan suap – sesuap makanan itu pada sang ayah.dan sisanya untuknya sendiri.keesokan harinya tepat di pagi hari sebelum matahari menyinari kota Jakarta dan perumahan kumuh disana,winy telah bangun dari tidurnya yang berharga dan segera menyiapkan makanan dan secangkir teh untuk sang ayah.terlihat keibaan dari winy pada ayahnya yang tak bisa berbuat apa-apa,yang hanya  kaku  seperti layaknya sebuah batu yang hanya diam ditempat ,tidak bergerak.
  “bapak ,aku pergi mengamen dulu,aku akan membawakan sesuatu yang enak untuk mu,dan bukan tempe atau tahu  lagi “
ujarnya lembut sambil tersenyum pada sang ayah yang tidak merespon ucapan anaknya,winy pergi dan  mulai beraktivitas tepat di jam 8 pagi. Pekerjaannya beralih ke penjual Koran,karna menurutnya menjual Koran itu lebih bisa membantu lebih untuk kehidupan mereka hari itu. Sedikit demi sedikit Koran yang berada di tangannya mulai berpindah ketangan orang lain,dan sampai di siang hari,habislah Koran ditangannya “terjual habis..!” winy bahagia, uang sebesar 50.000 pun didapatnya dari hasilnya menjual Koran. Sungguh lebih besar dari hasil mengamennya,malah dua kali lipatnya dan akhirnya ia bisa juga membelikan dua bungkus nasi dengan lauk pauk yang komplit,dari mulai ikannya,telur bumbu pedas dan sambalnya, dan sisa dari kembalian membeli makanan itu ia tabung untuk esok pagi hari dan untuk ditabungnya sebagai dana biaya pengobatan ayahnya.karna impiannya adalah untuk membawa sang ayah kerumahsakit agar ayahnya itu sembuh dan bisa kembali bekerja dan winy bisa berhenti mengamen dan menjual Koran, winy bisa mulai sekolah,itulah impian nya.
   Di perjalanan akan pulang ,melewati jalan kecil yang terhimpit oleh rumah-rumah warga dengan terbingar-bingar menjinjing makanan,tiba-tiba terhenti langkahnya saat dua orang pemuda 2tahun lebih tua darinya menodongkan tangan mereka “aku tidak akan memberikan ini pada kalian” sentak winy tepat dihadapan mereka.mereka ialah laki-laki yang suka memalak orang-orang yang umurnya dibawah lebih muda dari mereka,katakanlah seorang pemeras. “ berikan pada kami….. !”  memaksa winy dengan mennarik bungkusan yang dijinjingnya itu, winy beradu rebutan dengan dua laki-laki yang sering ia sebut  DUA RAYAP tersebut. Tak lama berlangsung, winy kalah dari mereka,sebungkus makanan hasil kerja kerasnya jatuh ketangan mereka.dan satu lagi terlempar jauh ketika rebutan berlangsung dan terinjak oleh  ban gerobak penampung bergalon air bersih yang tengah lewat didorong oleh bapak tua rentan. Ia hanya menatap sebungkus makanan berharganya sambil menangis tersedu-sedu,tanpa kasihan dua orang perampas itu hanya berdiri di depan winy yang sedang  berusaha untuk membuat makanan yang tergiling ban gerobak itu masih bisa untuk dibawanya pulang.
   “ hahaha…menangislah anak semut…dasar cengeng..” cetus salah satu dari dua RAYAP itu.winy menatap mereka dengan meluapkan kemarahanna sambil berkata “ enyahlah kalian anak rayap” melontarkan kata itu sambil melempar botol kosong yang ada disampingnya kearah mereka yang sudah jauh membawa jinjingan makanannya..ia kembali memungut makanan yang dirasanya masih pantas untuk ia bawa untuk sang ayah,ya ia tahu tidak baik memungut makanan yang sudah jatuh,tapi ia melakukan itu dengan terpaksa.
  “mereka kejam sekali pada ku “ ucapnya sambil membungkus sisa makanan yang bersih,ia terus menangis,orang-orang yang melewatinya tidak peduli pada penderitaan nya layaknya dua anak laki—laki yang jahatpadanya,mereka sudah menderita dengan masalah mereka masing-masing dan mereka harus menangani masalah orang lain,nampaknya itu benar-benar ada dipikiran orang-orang itu dengan sikap mereka yang seperti itu. “bapak…aku pulang,lihat aku membawa apa untuk bapak? “  winy menunjukan sesuatu yang dijinjingnya pada ayahnya itu  “lihaat…winy membawa nasi dengan ikan dan telur…bapak tidak makan tempe dan tahu lagi siang ini "  Ucapnya memancarkan keceriaan,meskipun dihatinya bersedih, dan winy pun menyuapkan makanan itu pada ayahnya dengan penuh kasih sayang,ayahnya menghabiskan makanan nya,winy terlihat senang dengan lahapnya sang ayah memakan makanan yang lezat.
dan megah itu baginya. Setelah itu, ia beranjak kekamarnya yang pengap dan panas juga sempit itu,ia memasukkan sisa uang nya pada celengan ayamnya,terlihat berat didalamnya, “ bapak tolong bersabar,winy akan membawa bapak kedokter ,bapak tau kan kalo biaya pengobatan dan lainnya cukup besar”  winy berkata dengan raut wajah yang kasihan “winy ingin bapak seperti dulu,yang rajin bekerja,membawa kan winy makanan,dan mengatakan hal yang baik pada winy,winy ingin hal itu kembali bisa winy lihat dan rasakan fari bapak “  tangis winy membasahi celengan yang di genggamnya. Ia tak mau berlarut-larut dalam kesedihan,ia harus bergegas kembali bekerja untuk kehidupan yang lebih baik.
   Pagi yang tidak terduga oleh winy dan para penghuni rumah-rumah kumuh disana,dipagi itu adalah masalah dan bencana bagi mereka, hari dimana penggusuran yang telah dijadwalkan oleh para petugas penggusuran yang mempunyai hak paten atas tanah itu. Orang-orang yang menempati tempat itu berusaha untuk mencegah penggusuran,namun tida bisa dimenangkan bila dibandingkan dengan banyaknya orang yang akan menggusur rumah-rumah itu,penggusuranpun berakhir dengan sukses dan mereka yang dihancurkan rumahnya itu tidak bisa berbuat apa-apa,termasuk winy. Semua rumah hancur rata dengan tanah,benda-benda yang berada dirumah winy tidak sempat untuk ia selamatkan,yang tersisa hanya benda-benda yang masih utuh,wint dan yang lainnya masing-masing memungut barang-barang berharga mereka,lagi-lagi winy menagis dengan memungut banda-benda yang masih bisa dipergunakan,dan ayahnya hanya bisa meratapi nasib,ayahnya winy pun menagis dengan duduk dikursi rodanya melihat rumahnya rata dan hancur,sekarangmereka tidak memiliki rumah,dengan derita yang telah menumpuk dalam kehidupan mereka,dan kini harus ditambah lagi masalah yang begiru berat. Winy dan ayahnya terpaksa berpindah tempat,mereka kini tinggal di dalam bus yang sudah tidak dipakai lagi yang barada di samping penampungan sampah yang terlihat layaknya bukit itu.
 “untuk sementara,kita akan tinggal disini…oke bapak…”  kata winy.  Esok harinya ia kembali melanjutkan perjuangan nya,ia mengamen dari satu bus ke bus lain bersama dua teman perempuannya yang lain,dengan bantuan gitar dan kecrekan yang terbuat dari botol yang berisikan kerikil mereka bernyanyi layaknya dipanggung sendiri.penghasilan yang mereka dapatkan hasilnya dibagi rata,disaat itu juga banyak pengamen lainnya berlari kencang kesana kemari,
“ ada apa ini ?” winy bertanya pada kedua temannya dengan panic
mereka melirik kearah larinya para pengamen lain, “ada para pembajak….” Teriak salah satu teman winy yanb tengah berlari kearah meraka,ternyata ada SATPOL PP yang mengejar mereka para pengamen dan peminta-minta . dengan paniknya winy beserta kedua temannya juga ikut berlari mengindari para satpol pp yang akan menangkap mereka dan membawa mereka ke tempat yang tidak diinginkan para anak jalanan (ALAN). Dengan kencangnya winy berlari menghindari kejaran seorang ssatpol pp yang membawa galah pendek ditangan kanannya, berpisah dari teman-temannya ,sekuat tenaga winy berlari menuju dalam perumahan yang belum tergusur.ia berusaha keras melarikan diri,sampai akhirnya sang satpol pp memergokinya tengah berusaha mencari jalan untuk berlari kembali keluar dari kejaran sang satpol. “mau kemana kau anak dekil….tidak ada jalan disini,” sambil terengah-engah seperti telah berlari dalam lomba maraton . winy panic ketakutan,keringatynya membasahi nya, tak lama winy pun menangis meminta ampun agar tidak di bawanya kepenampungan.
“ aku mohon jangan tangkap aku,bapak ku tinggal sendiri dirumah,aku harus segera pulang “ tangisannya melengkapi permintaan permohonannya..ia tidak henti-hentinya menangis dengan kedua tangan memelas ampun,menyentuhkan lututnya ketanah ,dengan membuat sang satpol pp tidak kuasa melihat winy melakukan hal itu,tangisan sedihnya membuat sang polisi itu meminta untuk tidak melakukan itu.
“aku tidak meu dibawa  kesana” menangis tersedu-sedu,
“aku harus membawamu anak kecil” jawab sang polisi, “tidak…”terdengar dari arah berlawanan ternyata seorang pemuda yang berpakaian rapih,bersih,dan terlihat berstatus menghampiri winy dan sang satpol pp..”jangan bawa dia,dia adik ku “ ujarnya pada satpol pp,
“tidak mungkin kau kakaknya,lihat saja,dirimu berpakaian rapih,bersih dan terlihat tidak sebagai anak jalanan “ jawab sang satpol sambil melirik dari bawah sampai atas sang pemuda.
“lepaskan saja anak itu..” bentak sang pemuda.dan akhirnya sang satpol pp itu pergi melepas winy. “ baiklah anak kecil..jangan menangis..” sang pemuda memendekan badannya jadi sepadan dengan winy.lalu juga mengusap air mata winy yang jatuh ke pipinya,” siapa kakak ini?” tanyanya sambil perlahan menghentikan tangisannya meskipun masih tersedu-sedu, “kaka adalah seorang photographer ,kaka kebetulan lewat terus melihat kamu sedang menangis dihadapan polisi itu, siapa namamu,?”  Tanya lagi sang pemuda “winy..” denga perlahan  menjawab “kau bisa memanggilku ka sony” akhirnya mereka saling memperkenalkan diri,sony sang photographer itu terlihat iba pada winy,ia ingin lebih tahu tentang winy,dan akhirnya winy menceritakan kehidupannya,dri mulai sang ayah dan ibunya.winy juga menceritakan keinginannya untuk membawa sang ayah ke rumah sakit.. setelah mengetahui apa yang dicer itakan winy,semakin iba lagi ia pada winy yang sedini itu sudah harus bekerja dan berusaha membawa sang ayah pergi kedokter,tanpa ada yang membantuny Ia berusaha sendiri untuk mewujudkan  keinginan yang sungguh mulia itu.demi sang ayah ia berjuang menopang kerasnya kehidupan.
  Akhirnya sony memberikan beberapa uang didompetnya pada winy,ia berharap ia bisa bertemu lagi dengan sang anak jalanan yangmulia Itu untuk dibantunya mewujudkan impiansang anak.
3hari setelah bertemunya winy dengan sang photographer telah dianggapnya sebagai pelngungnya. Hari itu ia beralih propesi menjadi tukang semir,lebih baik dripada menjadi pengamen.perasaannya tidak enak saat itu,selain belum mendapat pelannggan,ia juga merasa tidak enak badan,selama 2hari itu, batuk mengganggu kesehatannya. Tapi ia memaksakan untuk bekerja.
   “tolong kemari anak kecil “ salah seorang pemuda yang sedang duduk menunggu bus memanggil winy
“Pemuda yang memakai kacamata hitam itu terlihat sebagai orang kaya”ucap winy dalam hati
“capat lah kemari,kau tidak mau berdiam disana kan?”Teriak sang pemuda dari jauh
“oh ,,baik.” Jawab winy sambil berlari menghampirinya..
   Winy memulai pekerjaannya,sang pemuda itu menatapnya dengan teliti. Winy merasa risi dengan tatapan sang pemuda itu padanya. “apa kakak ini mengenal ku?’ Tanya winy sambil melanjutkan pekerjaan nya
“ iya…kau winy kan?,” winy berfikir ia pernah melihat pemuda itu  sbelumnya “oh..kaka ini ka sony kan?”tanyanya kembali ..ternyata benar ia tidak salah setelah pemuda itu melepas kacamata hitamnya.ternyata sony memang mencarinya dan berniat akan membantu ayahnya winy untuk kerumah sakit dan membiayai seluruh biaya rumah sakit.seperti niatnya saat 3hari yang lalu. Melihat perjuangan sang anak jalanan itu,sony memngetahui apa arti perjuangan sebenarnya,
  “terimakasih kaka telah membantu bapak ku” dengan tersenyum bahagia
“ini sudahkewaiban bagi orang sepertiku untuk membantu yang membutuhkan “ ujar nya pada winy di hadapannya
“bapak ku sebentarlagi bisa kembali seperti dulu,sehaat” ucapnya lagi
“setelah bapak mu sembuh,hal pertama apa yang  akan kau lakukan bersamanya?” Tanya sang photographer sambil menunjuk kearah bapak winy yang tengah dirawat.
“ jika bapak ku sudah sembuh,winy akan mengajaknya kemakam ibu bersama-sama,memberikan do’a pada ibu dan lalu pergi mencari uang bersama untuk mengontrak rumah dan untuk winy skolah”  s ambil menatap senang sang bapak yang tengah terbaring lemas dengan alat pembantu pernapasan di hidungnya
“semoga benar-benar bisa terwujud” harap sony
2hari setelah ayah winy di rawat dan sudah 2hari pula winy menginap menemani ayahnya,di hari itu, pagi-pagi sekali sony(sang photographer) menjenguk ayahanda winy dan winy di ruang rawat. Ia melihat winy tertidur di samping ayahnya diatas ranjang tempat tidur dengan rambut yang menutupi wajah winy
“winy..bangunlah…sudah pagi” seru sony..ia heran winy belum terbangun meskipun telah ia bangunkan beberapa kali..akhirnya sony membalikan badan winy yang tidur menyamping dekat bapaknya itu…terlihat panik dari wajahnya saat di telapak tangan winy te rdapat darah dan bercecer hingga ke alas ranjangnya. Dan terlihat dibibir winy juga. Saking paniknya,ia bergegas memanggil dokter,dokter memeriksa keadaan winy, dan ternyata ia sudah tidak bernyawa lagi…sony shook..mendengar kenyataan itu.
    Winy meninggal akibat penyakit yang dideritanya,yakni ia menderita penyakit TBC akut yang telah ia derita sejak ia lahir,penyakit itu  tertanam ketubuhnya karna sang ibunya juga menderita penyakit tersebut,sungguh tidak terduga,seorang anak berumur 10tahun sudah menderita penyakit yang ganas tersebut
   Setelah satu bulan  semenjak kematian winy,ayah winy  telah mulai sembuh,meskipun masih belum sembuh total bersama sony menjenguk makam nya,winy dikuburkan di samping kuburan ibunya. Impian sang anak jalanan itu agar sang ayah sembuh sudah terwujud,namun  keingiannya akan menjenguk makam sang ibu bersama sang ayah tidak bisa diwujudkan….sang ayah menjenguk sang ibu sekaligus  sang anaknya.
    Perjuangannya menghadapi hidup dan menjaga sang ayah yang menderita struk akut,berusaha membawa sang ayah kedokter sangatlah hal yang patut dijadikan sebuah penyemangat bagi setiap orang.meskipun masih kecil,tapi ia telah menjadi seorang dewasa yang mengerti bagaimana menjalani hidup.
      PERJUANGAN WINY SANG ALAN (ANAK JALANAN)

Minggu, 30 Oktober 2011

#PERJUANGAN WINY SANG (ALAN) #
            Suatu hari saat matahari telah tinggi dan menyebarkan sinarnya kebumi,saat itu pula kesempatan winy untuk mencari uang dengan mengamen sepanjang hari.dengan cerahnya kota Jakarta…akan menguntungkan baginya untuk mencari uang dengan mengamen tanpa adanya banjir.
            Winy adalah seorang anak perempuan berumur 9 tahun yang tinggal di rumah kecil dan kumuh di perumahan kumuh yang padat penduduk yang prioritas orang disana bekerja sebagai pengamen juga pemungut sampah . dirumah kecilnyalah ia tinggal berdua dengan sang ayah yang menderita struk berat,winy lah yang menggantikan ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Ibu winy meninggal beberapa tahun yang lalu akibat penyakit TBC yang dideritanya,dan ayahnya menderita struk setelah meninggalnya sang istri 2bulan setelahnya.
            Dengan winy sebagai tulang punggung keluarga kecilnya itu,ia terpaksa menggantungkan  hidupnya dan hidup ayahnya dengan mengamen dari pagi hingga sore hari,seorang anak perempuan yang masih kecil yang seharusnya menimba ilmu di sekolah,dan bermain bersama dengan teman-teman sebayanya,malah terpaksa harus menghasilkan uang untuk keluarganya,ia juga harus menabung yang nanti uangnya untuk membawa sang ayah tercinta pergi kedokter untuk disembuhkan.
            “bapak ,aku hanya membawa ini! “ Ucapnya pada sang ayah yang duduk terkaku  menatap anaknya dikursi  roda … ia hanya membawa sebungkus nasi yang hanya berisikan tahu dan tempe,hanya makanan itulah yang bisa ia beli untuk nya dan ayahnya…ia tidak mampu membelikan ayahnya sebungkus nasi yang berlaukkan daging ayam dan makanan yang mewah lainnya.sebelum winy memakan sebungkus hasil dari kerja kerasnya di sore itu, terlebih dulu ia menyuapkan suap – sesuap makanan itu pada sang ayah.dan sisanya untuknya sendiri.keesokan harinya tepat di pagi hari sebelum matahari menyinari kota Jakarta dan perumahan kumuh disana,winy telah bangun dari tidurnya yang berharga dan segera menyiapkan makanan dan secangkir teh untuk sang ayah.terlihat keibaan dari winy pada ayahnya yang tak bisa berbuat apa-apa,yang hanya  kaku  seperti layaknya sebuah batu yang hanya diam ditempat ,tidak bergerak.
  “bapak ,aku pergi mengamen dulu,aku akan membawakan sesuatu yang enak untuk mu,dan bukan tempe atau tahu  lagi “ ujarnya lembut sambil tersenyum pada sang ayah yang tidak merespon ucapan anaknya,winy pergi dan  mulai beraktivitas tepat di jam 8 pagi. Pekerjaannya beralih ke penjual Koran,karna menurutnya menjual Koran itu lebih bisa membantu lebih untuk kehidupan mereka hari itu. Sedikit demi sedikit Koran yang berada di tangannya mulai berpindah ketangan orang lain,dan sampai di siang hari,habislah Koran ditangannya “terjual habis..!” winy bahagia, uang sebesar 50.000 pun didapatnya dari hasilnya menjual Koran. Sungguh lebih besar dari hasil mengamennya,malah dua kali lipatnya dan akhirnya ia bisa juga membelikan dua bungkus nasi dengan lauk pauk yang komplit,dari mulai ikannya,telur bumbu pedas dan sambalnya, dan sisa dari kembalian membeli makanan itu ia tabung untuk esok pagi hari dan untuk ditabungnya sebagai dana untuk biaya pengobatan ayahnya.karna impiannya adalah untuk membawa sang ayah kerumahsakit agar ayahnya itu sembuh dan bisa kembali bekerja dan winy bisa berhenti mengamen dan menjual Koran, winy bisa mulai sekolah,itulah impian nya.
   Di perjalanan akan pulang ,melewati jalan kecil yang terhimpit oleh rumah-rumah warga dengan terbingar-bingar menjinjing makanan,tiba-tiba terhenti langkahnya saat dua orang pemuda 2tahun lebih tua darinya menodongkan tangan mereka “aku tidak akan memberikan ini pada kalian” sentak winy tepat dihadapan mereka.mereka ialah laki-laki yang suka memalak orang-orang yang umurnya dibawah lebih muda dari mereka,katakanlah seorang pemeras. “ berikan pada kami….. !” memaksa winy dengan mennarik bungkusan yang dijinjingnya itu, winy beradu rebutan dengan dua laki-laki yang sering ia sebut  DUA RAYAP tersebut. Tak lama berlangsung, winy kalah dari mereka,sebungkus makanan hasil kerja kerasnya jatuh ketangan mereka.dan satu lagi terlempar jauh ketika rebutan berlangsung dan terinjak oleh  ban gerobak penampung bergalon air bersih yangdidorong oleh bapak tua rentan. Ia hanya menatap sebungkus makanan berharganya sambil menangis tersedu-sedu,tanpa kasihan dua orang perampas itu hanya berdiri di depan winy yang sedang  berusaha untuk membuat makanan yang tergiling ban gerobak itu masih bisa untuk dibawanya pulang.
   “ hahaha…menangislah anak semut…dasar cengeng..” cetus salah satu dari dua RAYAP itu.winy menatap mereka dengan meluapkan kemarahanna sambil berkata “ enyahlah kalian anak rayap” melontarkan kata itu sambil melempar botol kosong kearah mereka yang sudah jauh membawa jinjingan makanannya..ia kembali memungut makanan yang dirasanya masih pantas untuk ia bawa untuk sang ayah,ya ia tahu tidak baik memungut makanan yang sudah jatuh,tapi ia melakukan itu dengan terpaksa.
  “mereka kejam sekali pada ku “ ucapnya sambil membungkus sisa makanan yang bersih,ia terus menangis,orang-orang yang melewatinya tidak peduli pada penderitaan nya layaknya dua anak laki—laki yang jahatpadanya,mereka sudah menderita dengan masalah mereka masing-masing dan mereka harus menangani masalah orang lain,nampaknya itu benar-benar ada dipikiran orang-orang itu dengan sikap mereka yang seperti itu. “bapak…aku pulang,lihat aku membawa apa untuk bapak? “ winy menunjukan sesuatu yang dijinjingnya pada ayahnya itu “lihaat…winy membawa nasi dengan ikan dan telur…bapak tida makan temped an tahu lagi siang ini. Ucapnya memancarkan keceriaan,meskipun dihatinya bersedih, dan winy pun menyuapkan makanan itu pada ayahnya dengan penuh kasih sayang,ayahnya menghabiskan makanan nya,winy terlihat senang dengan lahapnya sang ayah memakan makanan yang lezat dan megah itu baginya. Setelah itu, ia beranjak kekamarnya yang pengap dan panas juga sempit itu,ia memasukkan sisa uang nya pada celengan ayamnya,terlihat berat didalamnya, “ bapak tolong bersabar,winy akan membawa bapak kedokter untuk disembuhkan secepatnya,bapak tau kan kalo biaya pengobatan dan lainnya cukup besar” winy berkata dengan raut wajah yang kasihan “winy ingin bapak seperti dulu,yang rajin bekerja,membawa kan winy makanan,dan mengatakan hal yang baik pada winy,winy ingin hal itu kembali bisa winy lihat dan rasakan fari bapak “  tangis winy membasahi celengan yang di genggamnya. Ia tak mau berlarut-larut dalam kesedihan,ia harus bergegas kembali bekerja untuk kehidupan yang lebih baik.
   Pagi yang tidak terduga oleh winy dan para penghuni rumah-rumah kumuh disana,dipagi itu adalah masalah dan bencana bagi mereka, hari dimana penggusuran yang telah dijadwalkan oleh para petugas penggusuran yang mempunyai hak paten atas tanah itu. Orang-orang yang menempati tempat itu berusaha untuk mencegah penggusuran,namun tida bisa dimenangkan bila dibandingkan dengan banyaknya orang yang akan menggusur rumah-rumah itu,penggusuranpun berakhir dengan sukses dan mereka yang dihancurkan rumahnya itu tidak bisa berbuat apa-apa,termasuk winy. Semua rumah hancur rata dengan tanah,benda-benda yang berada dirumah winy tidak sempat untuk ia selamatkan,yang tersisa hanya benda-benda yang masih utuh,wint dan yang lainnya masing-masing memungut barang-barang berharga mereka,lagi-lagi winy menagis dengan memungut banda-benda yang masih bisa dipergunakan,dan ayahnya hanya bisa meratapi nasib,ayahnya winy pun menagis dengan duduk dikursi rodanya melihat rumahnya rata dan hancur,sekarangmereka tidak memiliki rumah,dengan derita yang telah menumpuk dalam kehidupan mereka,dan kini harus ditambah lagi masalah yang begiru berat. Winy dan ayahnya terpaksa berpindah tempat,mereka kini tinggal di dalam bus yang sudah tidak dipakai lagi yang barada di samping penampungan sampah yang terlihat layaknya bukit itu.
 “untuk sementara,kita akan tinggal disini…oke bapak…”  kata winy.  Esok harinya ia kembali melanjutkan perjuangan nya,ia mengamen dari satu bus ke bus lain bersama dua teman perempuannya yang lain,dengan bantuan gitar dan kecrekan yang terbuat dari botol yang berisikan kerikil mereka bernyanyi layaknya dipanggung sendiri.penghasilan yang mereka dapatkan hasilnya dibagi rata,disaat itu juga banyak pengamen lainnya berlari kencang kesana kemari,
“ ada apa ini ?” winy bertanya pada kedua temannya dengan panic
mereka melirik kearah larinya para pengamen lain, “ada para pembajak….” Teriak salah satu teman winy yanb tengah berlari kearah meraka,ternyata ada SATPOL PP yang mengejar mereka para pengamen dan peminta-minta . dengan paniknya winy beserta kedua temannya juga ikut berlari mengindari para satpol pp yang akan menangkap mereka dan membawa mereka ke tempat yang tidak diinginkan para anak jalanan (ALAN). Dengan kencangnya winy berlari menghindari kejaran seorang ssatpol pp yang membawa galah pendek ditangan kanannya, berpisah dari teman-temannya ,sekuat tenaga winy berlari menuju dalam perumahan yang belum tergusur.ia berusaha keras melarikan diri,sampai akhirnya sang satpol pp memergokinya tengah berusaha mencari jalan untuk berlari kembali keluar dari kejaran sang satpol. “mau kemana kau anak dekil….tidak ada jalan disini,” sambil terengah-engah seperti telah berlari dalam lomba maraton . winy panic ketakutan,keringatynya membasahi nya, tak lama winy pun menangis meminta ampun agar tidak di bawanya kepenampungan.
“ aku mohon jangan tangkap aku,bapak ku tinggal sendiri dirumah,aku harus segera pulang “ tangisannya melengkapi permintaan permohonannya..ia tidak henti-hentinya menangis dengan kedua tangan memelas ampun,menyentuhkan lututnya ketanah ,dengan membuat sang satpol pp tidak kuasa melihat winy melakukan hal itu,tangisan sedihnya membuat sang polisi itu meminta untuk tidak melakukan itu.
“aku tidak meu dibawa  kesana” menangis tersedu-sedu,
“aku harus membawamu anak kecil” jawab sang polisi, “tidak…”terdengar dari arah berlawanan ternyata seorang pemuda yang berpakaian rapih,bersih,dan terlihat berstatus menghampiri winy dan sang satpol pp..”jangan bawa dia,dia adik ku “ ujarnya pada satpol pp,
“tidak mungkin kau kakaknya,lihat saja,dirimu berpakaian rapih,bersih dan terlihat tidak sebagai anak jalanan “ jawab sang satpol sambil melirik dari bawah sampai atas sang pemuda.
“lepaskan saja anak itu..” bentak sang pemuda.dan akhirnya sang satpol pp itu pergi melepas winy. “ baiklah anak kecil..jangan menangis..” sang pemuda memendekan badannya jadi sepadan dengan winy.lalu juga mengusap air mata winy yang jatuh ke pipinya,” siapa kakak ini?” tanyanya sambil perlahan menghentikan tangisannya meskipun masih tersedu-sedu, “kaka adalah seorang photographer ,kaka kebetulan lewat terus melihat kamu sedang menangis dihadapan polisi itu,,” “siapa namamu,?” Tanya lagi sang pemuda “winy..” denga perlahan  menjawab “kau bisa memanggilku ka sony” akhirnya mereka saling memperkenalkan diri,sony sang photographer itu terlihat iba pada winy,ia ingin lebih tahu tentang winy,dan akhirnya winy menceritakan kehidupannya,dri mulai sang ayah dan ibunya.winy juga menceritakan keinginannya untuk membawa sang ayah ke rumah sakit.. setelah mengetahui apa yang dicer itakan winy,semakin iba lagi ia pada winy yang sedini itu sudah harus bekerja dan berusaha membawa sang ayah pergi kedokter,tanpa ada yang membantuny Ia berusaha sendiri untuk mewujudkan  keinginan yang sungguh mulia itu.demi sang ayah ia berjuang menopang kerasnya kehidupan.
  Akhirnya sony memberikan beberapa uang didompetnya pada winy,ia berharap ia bisa bertemu lagi dengan sang anak jalanan yangmulia Itu untuk dibantunya mewujudkan impiansang anak.
   3hari setelah bertemunya winy dengan sang photographer telah dianggapnya sebagai pelngungnya. Hari itu ia beralih propesi menjadi tukang semir,lebih baik dripada menjadi pengamen.perasaannya tidak enak saat itu,selain belum mendapat pelannggan,ia juga merasa tidak enak badan,selama 2hari itu, batuk mengganggu kesehatannya. Tapi ia memaksakan untuk bekerja.
   “tolong kemari anak kecil “ salah seorang pemuda yang sedang duduk menunggu bus memanggil winy
“Pemuda yang memakai kacamata hitam itu terlihat sebagai orang kaya”ucap winy dalam hati
“capat lah kemari,kau tidak mau berdiam disana kan?”Teriak sang pemuda dari jauh
“oh ,,baik.” Jawab winy sambil berlari menghampirinya..
   Winy memulai pekerjaannya,sang pemuda itu menatapnya dengan teliti. Winy merasa risi dengan tatapan sang pemuda itu padanya. “apa kakak ini mengenal ku?’ Tanya winy sambil melanjutkan pekerjaan nya
“ iya…kau winy kan?,” winy berfikir ia pernah melihat pemuda itu  sbelumnya “oh..kaka ini ka sony kan?”tanyanya kembali ..ternyata benar ia tidak salah setelah pemuda itu melepas kacamata hitamnya.ternyata sony memang mencarinya dan berniat akan membantu ayahnya winy untuk kerumah sakit dan membiayai seluruh biaya rumah sakit.seperti niatnya saat 3hari yang lalu. Melihat perjuangan sang anak jalanan itu,sony memngetahui apa arti perjuangan sebenarnya,
  “terimakasih kaka telah membantu bapak ku” dengan tersenyum bahagia
“ini sudahkewaiban bagi orang sepertiku untuk membantu yang membutuhkan “ ujar nya pada winy di hadapannya
“bapak ku sebentarlagi bisa kembali seperti dulu,sehaat” ucapnya lagi
“setelah bapak mu sembuh,hal pertama apa yang  akan kau lakukan bersamanya?” Tanya sang photographer sambil menunjuk kearah bapak winy yang tengah dirawat.
“ jika bapak ku sudah sembuh,winy akan mengajaknya kemakam ibu bersama-sama,memberikan do’a pada ibu dan lalu pergi mencari uang bersama untuk mengontrak rumah dan untuk winy skolah”  s ambil menatap senang sang bapak yang tengah terbaring lemas dengan alat pembantu pernapasan di hidungnya
“semoga benar-benar bisa terwujud” harap sony
2hari setelah ayah winy di rawat dan sudah 2hari pula winy menginap menemani ayahnya,di hari itu, pagi-pagi sekali sony(sang photographer) menjenguk ayahanda winy dan winy di ruang rawat. Ia melihat winy tertidur di samping ayahnya diatas ranjang tempat tidur dengan rambut yang menutupi wajah winy
“winy..bangunlah…sudah pagi” seru sony..ia heran winy belum terbangun meskipun telah ia bangunkan beberapa kali..akhirnya sony membalikan badan winy yang tidur menyamping dekat bapaknya itu…terlihat panik dari wajahnya saat di telapak tangan winy te rdapat darah dan bercecer hingga ke alas ranjangnya. Dan terlihat dibibir winy juga. Saking paniknya,ia bergegas memanggil dokter,dokter memeriksa keadaan winy, dan ternyata ia sudah tidak bernyawa lagi…sony shook..mendengar kenyataan itu.
    Winy meninggal akibat penyakit yang dideritanya,yakni ia menderita penyakit TBC akut yang telah ia derita sejak ia lahir,penyakit itu  tertanam ketubuhnya karna sang ibunya juga menderita penyakit tersebut,sungguh tidak terduga,seorang anak berumur 10tahun sudah menderita penyakit yang ganas tersebut
   Setelah satu bulan  semenjak kematian winy,ayah winy  telah mulai sembuh,meskipun masih belum sembuh total bersama sony menjenguk makam nya,winy dikuburkan di samping kuburan ibunya. Impian sang anak jalanan itu agar sang ayah sembuh sudah terwujud,namun  keingiannya akan menjenguk makam sang ibu bersama sang ayah tidak bisa diwujudkan….sang ayah menjenguk sang ibu sekaligus  sang anaknya.
    Perjuangannya menghadapi hidup dan menjaga sang ayah yang menderita struk akut,berusaha membawa sang ayah kedokter sangatlah hal yang patut dijadikan sebuah penyemangat bagi setiap orang.meskipun masih kecil,tapi ia telah menjadi seorang dewasa yang mengerti bagaimana menjalani hidup.
            *PERJUANGAN WINY SANG ALAN (ANAK JALANAN)*

                                                                        TAMAT


Rabu, 24 Agustus 2011

I used to think one day we'd tell the story of us
How we met and the sparks flew instantly
People would say, "they're the lucky ones"
I used to know my place was a spot next to you
Now I'm searching the room for an empty seat
'Cause lately I don't even know what page you're on
Oh, a simple complication
Miscommunications lead to fall out
So many things that I wish you knew
So many walls up I can't break through

Now I'm standing alone
In a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know
Is it killing you
Like it's killing me?
I don't know what to say
Since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us
Looks a lot like a tragedy now
Next chapter

How'd we end up this way?
See me nervously pulling at my clothes
And trying to look busy
And you're doing your best to avoid me
I'm starting to think one day I'll tell the story of us
How I was losing my mind when I saw you here
But you held your pride like you should have held me
Oh, we're scared to see the ending
Why are we pretending this is nothing?
I'd tell you I miss you but I don't know how
I've never heard silence quite this loud

Now I'm standing alone
In a crowded room

And we're not speaking
And I'm dying to know
Is it killing you
Like it's killing me?
I don't know what to say
Since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us
Looks a lot like a tragedy now

This is looking like a contest
Of who can act like they care less
But I liked it better when you were on my side
The battle's in your hands now
But I would lay my armor down
If you'd say you'd rather love than fight
So many things that you wish I knew
But the story of us might be ending soon

Now I'm standing alone
In a crowded room
And we're not speaking
And I'm dying to know
Is it killing you
Like it's killing me?
I don't know what to say
Since a twist of fate
When it all broke down
And the story of us
Looks a lot like a tragedy now, now, now
And we're not speaking
And I'm dying to know
Is it killing you
Like it's killing me?
I don't know what to say
Since a twist of fate
'cause we're going down
And the story of us
Looks a lot like a tragedy now